Selasa, 19 Juni 2012

HAYAM WURUK PUN HOBBI BERNYANYI

JANGANKAN SBY
BAHKAN HAYAM WURUK PUN HOBBI BERNYANYI
Berita Naskah Nagarakertagama

SELAYANG PANDANG

Ketika berbicara sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara, secara sepontan akan terlintas dan terbayang dalam pikiran seiring dengan beberapa kata-kata kunci akan keluar seperti: raja, pangeran, pramesuri, putra mahkota, istana, perang, menyerang, pasukan, tentara, saling membunuh, menguasai, menaklukan, kekuasaan, wilayah, dinasti, keturunan, tahta, kekerasan, kudeta, silsilah keluraga raja dan lain sebagainya. Diakui atau tidak itulah yang ada dalam pikiran semua orang jika ada tema tentang sejarah Nusantara. Jarang sekali orang kepikiran masalah seni, kesenian, pagelaran, karya seni, musik, prilaku, kehidupan keseharian, tatakrama, hukum adat dan semua yang berkaitan dengan sosial serta budaya kemasyarakatan.

Terkadang kita sangat meyepelekan arti tahun dalam hitungan sejarah, misal pergantian tahun atau abad, sungguh cepat seakan lama waktu 1 tahun serasa 1 detik, 1 abad seoalah-olah 1 menit, ya atau tidak pembaca? Jawab jujur. Ketika misal seorang raja memerintah 20 tahun seolah-olah itu tiada berarti, berlalu tanpa makna. Padahal masa orde baru selama 32 tahun, kita sudah teriak-teriak bahwa itu kelamaan, terlalu lama dan tidak wajar. Kerangka berpikir ini yang harus dimiliki untuk menjiwai sejarah.

Terkadang dilupakan bahwa kerajaan tiada bedanya dengan kehidupan bernegara saat ini, lintas pikiran kita hanya memberikan ruang penokohan terhadap raja dan silsilah keluarganya, jarang sekali diantaranya memperhatikan para pelaku dan keadaan pada masa sejarah itu. Semisal masyarakat dengan kondisi sosial kemasyarakatan dan sarana pendukung lainnya semisal tingkat peradaban sebagai wujud kebudayaan yang sangat mempengaruhi keberelangsungan kehidupan kerajaan.

Penulis mengangkat data sejarah ini, walau judul diatas pastie mengundang pertanyaan, tapi itulah kenyataannya yaitu tentang Hayam Wuruk yang mempunyai hobbi menyanyi bahkan dia seorang komedian yang bisa ngocok perut. Penulis pastikan bahwa itu data sejarah! Bukan sembarangan judul artikel.

Lebih jauh dari itu bahwa pada kehidupan bernegara di kerajaan Majapahit banyak hal yang merupakan ciri dari identitas Majapahit pada waktu itu, khususnya pada masa kepemerintahan Sri Rajasanagara alias Hayam Wuruk. Bagai mana pola kepemerintahan dan pola hubungan masyarakat terjalin sempurna. Hobbi menyanyi bagi seorang kepala negara, kepala pemerintahan atau tepatnya raja tentunya punya makna tersendiri. Khusus untuk Hayam Wuruk ini lebih karena tuntutan keharusan terhadap status sosialnya yang dia sandang.

Prilaku sosial dan budaya akan kelihatan jelas didalam uraian Nagarakertagama, tersirat makna yang dalam dengan apa yang disampaikan Negarakertagama tentang hubungan yang harmonis antara masyarakat dengan pemerintahannya, saling memperhatikan dan sama-sama tunduk serta patuh terhadap semua kesepakatan aturan dalam bentuk perundang-undangan yang sudah ditetapkan dan diberlakukan.

Justru ketika pemerintahan Hayam Wuruk sama sekali tidak dikisahkan tentang adanya pergerakan pasukan atau mobilisasi pasukan keluar wilayah, tidak ada cerita invasi ke negara lain atau pertempuran besar yang bisa dijadikan monumental sejarah, sama sekali tidak ada. Penumpasan pemberontakan Sadeng dan Keta itu dilakukan sebelum Hayam Wuruk naik tahta oleh Gajah Mada, sebagai pemimpin operasi militernya. Sedangkan pemberontakan Nambi terjadi saat Sri Jayanagara, raja sebelum Hayam Wuruk dan beliau sendiri peminpin penumpasannya. Tentang penaklukan Bali, ini yang menjadi pertanyaan besar, tidak diberitakan sama  sekali oleh Naskah Nagarakertagama.

Bahkan peristiwa perang Bubat antara Majapahit dan Sunda Galuh yang digembar-gemborkan selama ini yang konon menurut Naskah Pararaton terjadi pada tahun 1357 Masehi, itu tepat saat-saat Hayam Wuruk melakukan serangkaian Tour Wisata, Safari keliling daerah dan kunjungan kenegaraan tentunya bagi para pejabat daerah. Tahun-tahun itu sama sekali tidak ada tanda-tanda persiapan untuk suatu pernikahan ataupun rencana pertempuran. Rasa suka cita malahan yang terjadi. Tentu sangat kontroversi dengan apa yang selalu dikisahkan tentang cerita sentimentil yang menghiasinya.

TENTANG MUSIK

Musik adalah bahasa universal. Itu adalah benar. Musik adalah sistem yang unik untuk mengkomunikasikan ide, emosi, dan merupakan produk kebudayaan manusia. Keterkaitan antara musik dan manusia selalu menjadi fokus kajian karena kebudayaan musik adalah produk konseptual (cognitive) dan perilaku (behavior) masyarakat. Ia juga bertindak sebagai ilmu pengetahuan dan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal maupun instrumental, yang meliputi melodi dan harmoni sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin diungkapkan terutama aspek emosiona.

Mengenal musik dapat memperluas pengetahuan dan pandangan selain juga mengenal banyak hal lain di luar musik. Pengenalan terhadap musik akan menumbuhkan rasa penghargaan akan nilai seni dan budaya kreatifitas masyarakat, selain menyadari akan dimensi lain dari suatu kenyataan yang selama ini tersembunyi sebagai ungkapan rasa indah, tenang, tentram, dan nyaman sebagai manusia terlebih sebagai bagian dari masyarakat secara lebih luas di dalam bentuk suatu konsep pemikiran yang bulat, dalam wujud nada-nada atau bunyi lainnya yang mengandung ritme dan harmoni, serta mempunyai suatu bentuk dalam ruang waktu yang dikenal oleh setiap pribadi serta pribadi-pribadilainya lain dalam lingkungan sekitarnya.

Oleh karenanya, musik merupakan ciri khusus spesiesmanusia karena musik merupakan aspek perilaku manusia yang ada di mana–mana dengan bunyi yang teratur, bukan saja bersifat moral normatif, melainkan juga diakui selaras berdasarkan penghitungan para ahli ilmu fisika, kaitannya bahwa musik bisa mempengaruhi pola gelombang otak manusia. Berhubungan dengan pola sikap dan prilaku.

Dari musik ini mencirikan adanya rasa seni dalam masyarakat dan dari seni inilah sebagai cerminan dari sistem dan nilai-nilai budaya sosial yang maju serta mengindikasikan sedang dalam posisi nyaman, aman, makmur dan sejahtera. Karya-karya seni akan bermunculan pesat kalau situasi dan kondisi negara mendukung, tidak dalam tekanan dan rasa frustasi masyarakatnya menghadapi keberlangsungan hidupnya sendiri.

BILA SEORANG PRESIDEN BERNYANYI ATAU BERMAIN MUSIK

Diatas dikatakan bahwa musik adalah sistem yang unik untuk mengkomunikasikan ide dan emosi. Ketika seorang presiden bernyanyi tentunya ini akan menjadi sesuatu yang menarik, aneh, tidak biasa, jarang terjadi, antara percaya dengan tidak, sekaligus membuat rasa keinginan lebih mengenal sosok pribadi sang presiden.

Sejatinya, ini adalah proses mengkomunikasikan ide dan emosi dari seorang presiden, seolah-olah ia ingin mengatakan bahwa pribadinya adalah pribadi yang terbuka, ramah, sederhana tidak ekslusif, wajar, manusiawi dan siap bersahabat. Aktivitas itu sebagai simbolisasi semangat kekeluargaan, kebersamaan, menunjukan perasaan yang sama, hubungan kedekatan secara emosi dan mencairkan suasana formil dan normatif.

Lihat! Bagaimana Empat lagu ciptaan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dimainkan di acara festival java jazz 2012 oleh dua musisi jazz asal AS, Jeff Lorber dan Jeff Pescatto, kedua musisi ini juga diiringi oleh menteri perdagangan RI pada keyboard, Gita Wiryawan.Dalam acara tahunan Festival Java Jazz yang kembali digelar. Acara ini cukup untuk mengobati kerinduan para penggemar musik jazz. Tidak hanya mengobati kerinduan, acara ini cukup menghebohkan sejarah bangsa kita, dalam acara Festival Java Jazz ini Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama ibu Ani Yudhoyono, dan didampingi sejumlah menteri menikmatin Festival Java Jazz di Hall D1, Jakarta International Expo, Kemayoran.

Lagu yang berjudul "Kuyakin..." lagu SBY pertama yang dimainkan oleh Jeff Lorber dan Jeff Pescatto sebagai lagu pembuka. dan 3 lagu lainnya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris yaitu: Like the Wind, Coming Home dan Mother Earth.

Menteri perdangangan Gita Wiryawan juga ikut tampil mengiri penyanyi Joy Tobing dengan permainan keyboradnya. Gita Wiryawan yang mengaku pecinta musik jazz dan sudah sejak lama telah mendengar karya karya dua musisi asal AS, Jeff Lorber dan Jeff pescatto menyatakan alasan atas pemilihan lagu ciptaan presiden RI SBY. " suka saya lagunya bagus dengan sebuah pendekatan perdamaian. mereka berdua (jeff Lorber dan Jeff Pescatto) suka dan tersentuh", ujar Gita Wiryawan.

Rudi, panggilan akrab (B.J. Habibie, Presiden RI ke-3) terlahir dan terlanjur menjadi menjadi pintar hehehe. Ia dikenal sebagai anak pendiam yang lebih suka berdiam diri dirumah dan berkutat dengan buku daripada harus bermain diluar rumah. Buku menurutnya lebih menarik dari kegiatan apapun. Tak hanya itu, dengan sifat pendiam dan bertubuh kecil, banyak teman-temannya yang menganggap dirinya lemah, namun ia pernah menang berkelahi dengan teman yang badannya lebih besar dan tinggi darinya. Selain buku, Rudi juga suka bernyanyi, nyanyi merupakan kegiatan yang ia sukai setelah membaca buku. Ia sangat suka bernyanyi sambil mengeluarkan gayanya yang unik. Ketika menjabat presiden, beliau juga suka bernyanyi.

Mungkin Obama terjebak denganberada di atas panggung di Apollo, tetapi ketika Presiden Obama memutuskan untuk menyanyikan beberapa barisdari Al Green “Let’s Stay Together" selama acara penggalangan dana, kejadian itu menghebohkan.

Obama sings Al Green” adalah istilah yang paling dicari di Google pada jam 13.00 siang saat peristiwa itu terjadi, sementara "Al Green" menjadi tren di Twitter di Los Angeles. Apa yang dilakukan Obama sebenarnya bukanlah nyanyian yang enak didengar, tapi keberanian menyanyikan lagu itu yang membikin heboh.

“I….so in love with you….”Obama bernyanyi, sebelumnya nyengir dulu kehadirin disana dan mengatakan bahwa "those guys" maksudnya yang berada dibelakang panggung mengatakan bahwa dia tidakakan melakukannya, alih-alih bercanda “Don’t worry, Rev, I can’t sing like you, I just wanted to show my appreciation.” Itu yang dikatakan Obama. Disini jelas dia ingin menyampaikan ide tentang apresiasinya terhadap terhadap dunia musik. Selain itu Obama pernah mencium bayi atau makan es krim di sebuah toko soda lokal dan itu memberikan dampak yang kuat bagi popularitasnya.

Ditempat lain barack Obama melantunkan lagu bernuansa blues ”sweet Home Chicago” bersama Mick Jagger dan juga yang lainnya seperti B.B. King dan Buddy Guy dengan mendapat jumlah rating 5,2 juta viewer. Tercatat pula Richard M Nixon yang bisa bermain alat musik piano. Menurut Majalah billboard setidaknya ada 5 presiden yang mempunyai talenta musikal, dan bukan karena hanya ingin tampil, tapi betul-betul bisa dan biasa bermusik.

Sebagai contoh lagi, lihat video dari Presiden Bill Clintonmenyanyikan lagu John Lennon "Imagine" dengan bintang pop remaja Israel, Liel, pembaca silakan cari sendiri di youtube hehehe. Walau suara Clinton kemungkinan sedikit sumbang. Juga Presiden Ronald Reagan, yang notabene berasal dari seorang aktor sebelum ia masuk ke panggung politik, dia tidak bisa bernyanyi keras dan membanggakan, tapi pada tahun 1991, Reagan terlihat di video bernyanyi bersama dengan Eureka College Troubador Singing Group, walaupun dalam video itu kita sama sekali tidak bisa mendengar suaranya, ngangap doankkkk kalee hehehe, bisa dibanyangkan gak pembaca? tapi itu cukup membuat pandangan masyarakat berubah orentasinya terhadap Reagen yang menghargai dunia musik.

Yang perlu dicatat. Apa yang dilakukan para presiden itu sebenarnya bukan untuk menghibur orang lewat nyayian, atau “aji mungpung”, tentunya kalau bukan presiden siapa yang mau dengar! hehehe, kasarannya seperti itu. Atau pun kalau memang benar-benar bisa, ngapain juga presiden bernyanyi? kaya gak ada kerjaan aja hehehe. Point-nya disini adalah, bahwa mereka mencoba menjaga sisi emosional kedekatan dengan masyarakat atau konstituennya. Sekali lagi dalam rangka membuka diri dari ketegangan, mencairkan suasana dari yang bersifat formil, normatif dan protokoler sekaligus menyampaikan ide bahwa mereka siap berkomunikasi secara biasa dengan masyarakatnya, siap mendekatkan diri dan seolah-olah ingin menyampaikan “aku (president) juga manusia biasa” yeyyy geer, ya siapa bilang juga Onyet? hehehe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar